Obat GALAU: Jadilah Penghafal Qur’an!


Fenomena nge-galau sekarang memang sedang jadi trend di kalangan remaja. Istilah “galau” pun jadi ramai di status banyak pengguna jejaring sosial. Fenomena galau ini pun menimbulkan efek-efek negatif, misalnya menimbulkan sikap pasrah, menikmati kesedihan, emosional, dan tenggelam dalam kegalauannya. Ada ga sih cara untuk menghilangkan rasa galau ini?

Ternyata, ada lho do’a untuk mengusir kegalauan yg diajarkan oleh Nabi kita –shallaallahu ‘alaihi wa sallam-, yaitu;

اللهم اجعل القرآن ربيع قلبي ونور صدري وجلاء حزني وذهاب همي

Allohummaj’alal qur’aana robii’a qolbii, wa nuuro shodrii,  wa jalaa-a huznii, wa zahaaba hammii..

“Ya Allah, jadikanlah Al-Qur’an sebagai penyejuk hatiku, cahaya bagi dadaku, dan pelipur kesedihanku, serta pelenyap bagi kegelisahanku …”[1]

Dengan do’a di atas, Baca tulisan ini lebih lanjut

Ilmiah Kampusan vs Ilmiah Agama


“Ilmiah Kampusan” vs “Ilmiah Agama”?

oleh: Andy Bangkit Setiawan, M.A., Ph.D.[2]

Seorang mahasiswa yang ideal adalah mahasiswa yang mampu mensinergikan pengetahuan yang telah diterimanya di kampus dengan ilmu yang ia pelajari dalam agamanya. Ini tidak lain karena Islam melalui al Qur’an dan as Sunnah telah mengajarkan sebagian dari ilmu-ilmu yang terkait dengan keduniaan di dalamnya.

Akan tetapi, tidak dapat dipungkiri bahwa ada permasalahan yang akan dihadapi oleh seorang mahasiswa dalam mensinergiskan kedua hal di atas. Masalah itu adalah sebagaimana berikut:

1. Agama Mengajarkan Iptek vs Agama tidak Mengajarkan Iptek

Tentang masalah apakah agama mengajarkan ilmu pengetahuan non diniyah (agama) atau tidak, setidaknya orang-orang dapat kita kelompokkan menjadi 3 kelompok besar.

Pertama, adalah yang mengatakan bahwa agama tidak mengajarkan ilmu pengetahuan tentang dunia secara mutlak.

Kedua, adalah yang mengatakan bahwa agama mengajarkan ilmu pengetahuan tentang dunia (sains) secara mutlak. Baca tulisan ini lebih lanjut

Kajian Islam Ilmiah Universitas Indonesia 2011/2012


Kajian Ilmiah Islam Universitas Indonesia (Rutin):

Dikaji berdasarkan Al-Qur’an dan As-Sunnah yang Shahiihah berdasarkan pemahaman Salaful Ummah.

Jadwal Kajian Selasar Selatan Masjid UI (hijab biru);

Tiap Senin(pekan ganjil), Rabu, dan kajian salaf uiKamis. pukul 16.15-selesai

1. Kajian Motivasi,
Tema: “Kiat Agar Semangat dalam Belajar Agama. oleh Ustadz Abu Usamah Syamsul Hadi,Lc (Senin pekan ganjil)
[Pembahasan Kitab "102 Kiat Agar Semangat Belajar Agama Membara." karya Abul Qa'qa' Muhammad bin Shalih Alu Abdillah]

2. Kajian Fiqih,
Tema: “Pembahasan Fiqih Islam.” oleh Ustadz Yudi Prasetya. (setiap Rabu)
[Pembahasan Kitab " Shahih Fiqh as-Sunnah wa Adillatuhu wa Taudhih Madzahib al-Aimmah" karya Abu Malik Kamal bin Sayyid Salim]

3. Kajian Manhaj(Metodologi),
Tema: “Penjelasan Prinsip Sunnah Imam Ahmad bin Hanbal.” oleh Ustadz Arman Amri,Lc (setiap Kamis pekan ganjil)
[Pembahasan Kitab "Syarah Ushulus Sunnah Imam Ahmad bin Hanbal" karya Syaikh Walid ibn Nubaih.]

4. Kajian Aqidah,
Tema: “Penjelasan Kitab Tauhid.” oleh Ustadz Ibnu Saini,Lc (setiap Kamis pekan genap)
[Pembahasan Kitab " Al Mulakhos 'ala Kitabit Tauhid". karya Syaikh Shalih Al Fauzan]

`

 

info lebih lanjut:
089636116694, 085285550505
http://mahasiswamuslim.com, http://facebook.com/fki.ui

Sepenggal Hikmah Menarik di Balik Bahasa Arab


  Teringat dengan ucapan salah seorang teman pada saat penutupan dauroh Bahasa Arab di Gresik, kurang lebih begini katanya : “ Ustaz-ustaz pengajar Bahasa Arab itu pada bohong sama kita ya. Katanya pas di awal-awal dauroh bahasa Arab itu gampang, nyatanya pas sudah mulai belajar barulah terasa kalau Bahasa Arab itu susah..” Hehe, iya juga sih, tapi pastinya mereka ngomong seperti itu ada baiknya juga kok, mungkin biar kita nggak down duluan sebelum mulai belajar.

  Ya, Bahasa Arab memang terasa sulit bagi mereka yang baru mengenalnya. Namun bagi mereka yang telah melihat, atau paling tidak telah mengetahui betapa besar faidah yang bisa didapat ketika ia mampu memahami bahasa Arab, maka kesulitan tersebut terasa amat kecil dibandingkan manfaat/keuntungan yang akan didapat. Keuntungan yang jauh lebih menggiurkan dibanding prediksi income cashflow dari seorang investment consultant yang menghitung benefit-cost ratio dari sebuah proyek bisnis yang paling potensial.

  Mengenai hal ini, cukuplah perkataan Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah sebagai cambuk bagi kita: Baca tulisan ini lebih lanjut

Top 10 Hadits Lemah dan Palsu yang Populer pada Bulan Ramadhan


Bismillah, wash Sholaatu was salaamu ‘ala Rosulillaah, wa ‘ala aalihi wa man waa laahu. Berikut adalah beberapa hadits yg masyhur(populer) di masyarakat, khususnya saat bulan Ramadhan yg penur berkah. Sering dibawakan oleh para penceramah, disebarkan lewat sms tausiyah, maupun artikel dan selebaran. Namun amat disayangkan, hadits2 tsb ialah Lemah dan Palsu. Amat penting bagi ummat Islam untuk mengetahui derajat sebuah hadits sebelum mengamalkan atau menyebarkannya, siapa yg meriwayatkan? apakah shahih atau tidak?. Karena hadits lemah, apalagi palsu, tidak dapat disandarkan kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Dan mengatakan Rasulullah berkata begini dan begitu padahal -ia tahu bahwa hal tsb- tidak pernah keluar dari lisan beliau yg mulia ataupun tidak pernah dilakukan oleh beliau, merupakan dosa yg besar, sebagaimana sabda Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam:

مَنْ كَذَبَ عَلَيَّ مُتَعَمِّدًا فَلْيَتَبَوَّأْ مَقْعَدَهُ مِنْ النَّار

Barangsiapa yang berdusta atas namaku dengan sengaja, maka hendaknya dia mempersiapkan tempat duduknya di neraka.” [Muttafaqun ‘Alaihi dari shahabat Abu Hurairah, Al-Mughirah bin Syu’bah, dan yang lainnya]

Hadits lemah dan palsu seputar Ramadhan amat banyak, berikut saya bawakan 10 diantaranya; Baca tulisan ini lebih lanjut

Ada Apa dengan Nisfu Sya’ban?


Apakah Nisfu Sya’ban itu?

Nisfu artinya separuh atau pertengahan, sedangkan Sya’ban ialah bulan ke-8 dari tahun Hijriah. Nisfu sya’ban berarti pertengahan bulan Sya’ban, yaitu tanggal 15 Sya’ban.

Adakah keutamaan tertentu di malam Nisfu Sya’ban?

Ada hadits yg umum yang menjelaskan keutamaan bulan Sya’ban, diantaranya;

Rasûlullâh Shallallâhu ‘Alaihi Wasallam tidak pernah berpuasa dalam sebulan sebagaimana Beliau Shallallâhu ‘Alaihi Wasallam berpuasa pada bulan Sya’bân. Lalu ada yang berkata, ‘Aku tidak pernah melihat anda berpuasa sebagaimana anda berpuasa pada bulan Sya’bân.’ Rasûlullâh Shallallâhu ‘Alaihi Wasallam menjawab, ‘Banyak orang melalaikannya antara Rajab dan Ramadhân. Padahal pada bulan itu, amalan-amalan makhluk diangkat kehadirat Rabb, maka saya ingin amalan saya diangkat saat saya sedang puasa.[HR Ahmad, 5/201 dan Nasâ’i, 4/102]

Dan memang ada satu dalil khusus -yang sah- tentang keutamaan malam nisfu Sya’ban;

Dari Mu’adz bin Jabal, Baca tulisan ini lebih lanjut

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.